Tag Archives: cara membangun bisnis

Bagaimana Berpikir Seperti Pengusaha

Anda perlu melangkah keluar dan menempatkan diri anda disana, berbicara dengan pengusaha lain tentang peluang apa saja yang ada, anda lakukan apa yang seharusnya anda lakukan dan menemukan peluang yang anda yakini dapat membawa anda ke tempat yang diinginkan. Anda menemukan apa saja yang diperlukan untuk memulainya, termasuk biaya, langkah selanjutnya adalah, memiliki segala sesuatunya didepan anda dan bersiap melakukan lompatan.

“Bagaimana Jika” Pikiran Bukan Pengusaha

Kemudian sesuatu terjadi. Pikiran anda menggembara dan kian tidak terarah, dan anda mengalami kasus“bagaimana jika”, dan berakhir dengan kembali ke kehidupan aman anda. Krisis dapat dicegah. Apa yang sebenarnya anda pikirkan?

Saya katakan apa yang ada di pikiran anda – “Tidak ada jalan dengan waktu dan sumber yang saya miliki untuk melakukannya.” Ini adalah tipe pemikiran yang membuat orang terjebak dalam kehidupannya.

Pikiran Pengusaha Sukses

Pengusaha sukses, terlepas dari bisnisnya, berapa biaya memulainya atau hal-hal lainnya, memiliki pemikiran yang berbeda – daripada memikirkan mengapa tidak dapat melakukannya, pengusaha sukses berpikir bagaimana dapat melakukannya.

Saya harap anda dapat memahaminya, karena ini adalah perbedaan terbesar yang saya lihat pada mereka yang berhasil dan yang tidak.

Orang yang terjebak hanya melihat hambatan di jalannya. Mereka fokus pada apapun dan segala sesuatunya atau mengarah ke jalan yang salah dan menyerah pada ketakutannya. Dan mereka akhirnya selalu kembali ke tempat yang nyaman.

Ketidaknyamanan

Pengusaha sukses tahu bahwa untuk menjadi sukses terkait dengan ketidaknyamanan. Mereka melihat halangan sebagai tantangan. Mereka sibuk melakukan perhitungan yang rumit dan bagaimana supaya berhasil. Mereka tahu tantangan akan selalu ada. Namun, pengusaha sukses juga tahu bahwa ketabahan, kegigihan, dan keinginan untuk sukses mendorong mereka untuk melalui apapun yang ada didepannya.

Kuncinya disini adalah anda tidak perlu merasa nyaman, kecuali anda memang sudah merasa tidak nyaman. Bagaimana anda bisa tumbuh jika tetap melakukan hal yang sama, hal yang “aman”?

Pengusaha sukses melakukan hal-hal yang membuatnya tidak nyaman, dan itu akan membuat telapak tangannya berkeringat, karena mereka tahu penghargaan yang pantas diterimanya atas resiko apapun yang diambilnya.

Jadi, jika ada peluang mengetuk pintu anda, buka lebar-lebar. Sambutlah. Perlakukan seperti teman baik anda. Sadari banyaknya tantangan, seperti banyaknya penghargaan yang layak diterima.

Percaya dengan diri dan kemampuan anda untuk mengatasi rintangan. Bayangkan bagaimana membuat diri anda kedalam kisah sukses selanjutnya bukan mengapa anda tidak menjadi kisah sukses berikutnya.

7 Prinsip Membangun Bisnis Dari Usia Muda

Melanjutkan posting singkat saya di artikel sebelumnya tentangkebutuhan negara ini akan 4 juta pengusaha baru, maka sudah saatnya dari sejak dini anak muda Indonesia harus mulai terjun dalam bisnis.
Beberapa teman yang saya temui, mereka sebenarnya ingin terjun dalam bisnis, tapi ketakutan menghantui mereka. Mereka takut bagaimana kalau nanti tidak berhasil atau malah bangrkut. Mereka sudah lekat dengan kenyamanan sebagai karyawan yang mereka pandang jauh lebih aman karena gajinya sudahfix setiap bulannya.
Untuk memulai bisnis di usia muda, memang membutuhkan keberanian, semangat pantang menyerah, modal, dan mimpi! 5 – 10 tahun Anda mau menjadi seperti apa, ditentukan dari apa yang Anda lakukan saat ini.
Berikut ini 7 prinsip yang bisa Anda gunakan untuk membangun bisnis jangka panjang dimulai dari usia muda :

1. Kepercayaan adalah modal jangka panjang
Modal dalam bisnis dapat dibagi menjadi modal nyata dan tidak nyata. Modal nyata seperti : uang, mobil, peralatan, komputer dll. Sedang modal tidak nyata yang lebih berharga yaitu kepercayaan. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya butuh waktu yang singkat untuk menghancurkannya. Maka,berusahalah membina kepercayaan kepada siapapun. Jika orang percaya dengan Anda, maka mereka juga tidak segan untuk mempercayakan hal yang lebih besar kepada Anda.

2. Teman adalah aset berharga
Dengan siapa Anda berteman, demikian juga Anda akan menjadi serupa dengannya. Jika Anda berteman dengan orang yang suka mengeluh, lama kelamaan Andapun juga gampang banget mengeluh. Tetapi jika Anda berteman dengan orang yang punya visi ke depan, maka hidup Andapun akan digerakkan untuk meraih mimpi-mimpi besar Anda. Itulah aset Anda!
Semua usaha selalu berhubungan dengan orang lain. Berjualan, membutuhkan orang lain. Membangun rumah, membutuhkan orang lain. Apapun transaksinya, Anda berhadapan dengan orang lain, sekalipun itu transaksi online.
Dalam membina hubungan kerjasama, letakkan nilai persahabatan yang jauh lebih berharga dibanding sekedar meraih keuntungan. Bahkan terhadap kompetitor, jangan merasa mereka sebagai musuh, tetapi hargai sebagai teman, tolong mereka dengan ikhlas dan sepenuh hati.
Dengan meletakkan teman sebagai ASET berharga, maka Andapun akanmenghargai komitmen dan kerjasama dengan siapa saja.

3. Berorientasi pada manfaat, bukan sekedar profit
Tujuan sebuah bisnis memang mencari profit sebesar-besarnya, yang akan digunakan untuk memaintenance usaha supaya bisa jangka panjang, dan menjaga supaya kualitas produksi tetap baik dan terus meningkat (continuous improvement).
Tetapi ada yang lebih dari sekedar mencari profit, yaitu memberikan manfaat bagi konsumen dan orang lain sebesar-besarnya.

4. Fokus pada apa yang di depan, bukan apa yang telah lalu
Anda mungkin sering mengingat-ingat luka dan kesuksesan di masa lalu. Tetapi Anda tidak bisa lagi hidup di masa lalu. Yang Anda hadapi sekarang adalah hidup Anda sekarang ini. Lihatlah peluang apa yag ada sekarang. Dan kerjakan itu sekuat tenaga, akal dan pikiran!
Memang terasa sakit ketika mengingat-ingat tender ataupun peluang-peluang di masa lalu yang tidak Anda dapatkan. Apapun itu, jadikan pengalaman untuk lebih berhati-hati.

5. Efektif terhadap waktu
Masa muda memang mudah tergoda untuk bersenang-senang, layaknya pemuda/i yang lainnya. Happy-happy dengan teman lainnya. Hal itu sah-sah saja. Tapi tetap harus efektif terhadap waktu. Jangan menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia.
Waktu tidak pernah akan kembali. Jadi gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk masa depan Anda!

6. Jangan menghabiskan uang
Setelah berhasil mendapatkan uang dalam jumlah besar, jangan mudah tergoda untuk membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak Anda perlukan. Kalau untuk membeli aset, itu jauh lebih baik, ketimbang untuk berfoya-foya.

7. Keluarga adalah prioritas
Setelah bisnis berjalan lancar, Anda akan terus tenggelam di dalamnya, sampai melupakan keluarga. Pasangan Anda mengeluh karena Anda jadi tidak care terhadapnya. Ketika orang tua sakit, Anda tidak menyempatkan waktu untuk menungguinya karena yang ada di bayangan Anda adalah : uang, uang dan uang.
Uang itu netral. Yang terpenting, jangan sampai Anda dikuasinya, tetapi Anda harus menguasainya.
Keluarga adalah prioritas kedua setelah Sang Pencipta.  Beri perhatian, setidaknya membuat mereka merasa menjadi bagian terpenting dalam hidup Anda. Karena tanpa mereka, Anda juga tidak bisa menjadi seperti sekarang ini.

Memang masih banyak prinsip-prinsip lain yang akan membuat bisnis Anda berhasil, seperti pembentukan karakter yang rendah hati, berjiwa pemenang dlsb. Tapi setidaknya jika 7 prinsip ini sudah Anda pegang dan melekat dalam hidup Anda, maka Andapun akan berhasil, baik dalam bisnis dan hidup.
Dan inilah pesan Sudono Salim (Owner Grup Salim, yang meliputi : Indofood, Indomobil,Indocement, Indosiar, BCA, Indomaret, Indomarco, dan lain-lain) :
Jika ingin sukses, jangan berpangku tangan saja. Semasa muda, bekerjalah habis-habisan. Bersemangatlah dan efektif dalam menggunakan waktu. Jangan cuti lama-lama, jangan selalu jalan-jalan, dan jangan tidur cepat! Jangan pula mudah menyerah pada kesulitan